Mata uang Garuda melemah di tengah pergeseran sentimen pasar global yang mulai meninggalkan aset aman dolar Amerika Serikat (AS) dan beralih ke instrumen berisiko.
Berdasarkan data perdagangan pukul 09.09 WIB dikutip dari Investing, rupiah turun 59,1 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp17.347 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi saat indeks dolar AS (US Dollar Index/DXY) justru terkoreksi tipis. Indeks yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama dunia itu turun 0,04 persen ke level 97,835.
Di kawasan Asia, rupiah juga terlihat melemah terhadap sejumlah mata uang regional. Ringgit Malaysia menguat 0,40 persen menjadi Rp4.435 per ringgit. Yen Jepang naik 0,15 persen ke level Rp111,04, sementara yuan China menguat 0,12 persen ke posisi Rp2.548.
Meski demikian, rupiah masih mampu menguat tipis terhadap euro dan baht Thailand. Euro turun 0,05 persen menjadi Rp20.405, sedangkan baht Thailand melemah 0,17 persen ke level Rp537,44.
Pelaku pasar saat ini menyoroti perkembangan geopolitik global, khususnya potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip laporan Investing.com, investor mulai mengurangi kepemilikan aset safe haven seperti dolar AS dan beralih ke aset berisiko setelah muncul sinyal positif dari negosiasi Washington dan Teheran.
Laporan Axios menyebut Gedung Putih dan Iran disebut semakin dekat mencapai nota kesepahaman satu halaman yang akan menjadi dasar pembicaraan lanjutan terkait isu nuklir dan penghentian konflik.
Dalam proposal tersebut, Iran disebut akan menjalankan moratorium pengayaan nuklir, sementara AS membuka peluang pencabutan sanksi ekonomi serta pelepasan dana Iran yang selama ini dibekukan.
Jika kesepakatan tercapai, jalur distribusi minyak mentah di Selat Hormuz juga diperkirakan kembali dibuka penuh. Kondisi itu dinilai dapat membantu menstabilkan pasokan energi global sekaligus meredakan tekanan di pasar keuangan internasional.
Sementara itu, Wall Street Journal melaporkan dokumen tersebut akan menjadi bagian awal dari rencana negosiasi lebih luas dengan tenggat pembicaraan selama satu bulan ke depan.
Di tengah perkembangan tersebut, investor masih memilih bersikap hati-hati sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter global dan dinamika geopolitik yang terus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
